SISTEM PEMBAYARAN UTANG GABAH PADA PEMBIAYAAN USAHA TANI DITINJAU DALAM PERSPEKTIF EKONOMI SYARIAH DI DESA LOWA KECAMATAN LAMBANDIA KABUPATEN KOLAKA TIMUR

Nur Oktavia safitri, NIM: 2020050101113, S (2024) SISTEM PEMBAYARAN UTANG GABAH PADA PEMBIAYAAN USAHA TANI DITINJAU DALAM PERSPEKTIF EKONOMI SYARIAH DI DESA LOWA KECAMATAN LAMBANDIA KABUPATEN KOLAKA TIMUR. Other thesis, IAIN Kendari.

[img] Text
1. COVER.pdf

Download (2MB)
[img] Text
2. BAB 1.pdf

Download (368kB)
[img] Text
3. BAB II.pdf

Download (560kB)
[img] Text
3. BAB II.pdf

Download (560kB)
[img] Text
4. BAB III.pdf

Download (248kB)
[img] Text
5. BAB IV.pdf

Download (593kB)
[img] Text
6. BAB V.pdf

Download (227kB)
[img] Text
7. DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (321kB)
[img] Text
8. LAMPIRAN.pdf

Download (3MB)

Abstract

ABSTRAK
Nur Oktavia safitri, NIM: 2020050101113. “Sistem Pembayaran
Utang Gabah Pada Pembiayaan Usaha Tani Ditinjau Dalam
Perspektif Ekonomi Syariah Di Desa Lowa Kecamatan
Lambandia Kabupaten Kolaka Timur” dibimbing oleh Dr. KH.
Muhammad Hadi.M.Hi. dan Muhammad Tonasa,M.Ak.


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui praktik sistem
pembayaran utang gabah pada pembiayaan usaha tani, faktor apa saja
yang melatarbelakangi praktik utang gabah serta tinjauan ekonomi
syariah terhadap praktik utang gabah pada pembiayaan usaha
tani.Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan
pendekatan kualitatif. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini
merupakan data primer. Teknik pengumpulan data melalui observasi,
wawancara serta dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa
: pertama, bahwa praktik sistem pembayaran utang gabah pada
pembiayaan usaha tani ini, petani yang melakukan pinjaman datang
kepada petani pemberi pinjaman untuk melakukan pembayaran uang
pokok dan membayar bunga dari hasil panen berupa gabah. Kedua,
faktor yang melatarbelakangi petani yaitu karena memiliki kondisi
ekonomi menengah dan tidak memiliki penghasilan perbulan untuk
memenuhi kebutuhan sehari- hari, kebutuhan keluarga, kebutuhan
biaya sekolah serta kebutuhan modal untuk pembiayaan usaha tani
Sehingga petani lebih memilih melakukan praktik pinjaman utang uang
dibayar gabah. Ketiga ,Tinjauan dalam perspektif ekonomi syariah
bahwa dalam praktik pinjaman utang gabah adalah diperbolehkan
karena dalam sistem utang piutang termasuk pada akad tabarru, namun
dalam ekonomi syariah tidak diperkenankan untuk mengambil
keuntungan dari seseorang yang diberikan pinjaman karena jika
mengambil keuntungan dari seseorang yang telah dipersyaratkan
sebelum akad maka hal tersebut termasuk riba.

Kata kunci: Sistem Pembayaran, Utang Piutang, Pembiayaan
Usaha Tani, Persepektif Ekonomi Syariah dan Riba
ABSTRACK
Nur Oktavia safitri, NIM: 2020050101113. “The Rice Debt
Repayment System in Agricultural Financing Viewed from the
Perspective of Sharia Economics in Lowa Village, Lambandia
District, East Kolaka Regency” Supervised by Dr. KH. Muhammad
Hadi.M.Hi. dan Muhammad Tonasa,M.Ak.


The purpose of this research is to understand the practice of the paddy
debt payment system in farm financing, the factors behind the practice
of paddy debt, and the Sharia economic review of the paddy debt
practice in farm financing. This research uses descriptive research with
a qualitative approach. The type of data used in this research is primary
data. Data collection techniques include observation, interviews, and
documentation. The results of this research show that: First, in the
practice of the paddy debt payment system, Farmers who take loans
come to the lending farmers to repay the principal and interest of the
loan from the harvest in the form of paddy. second, The factors driving
this practice include the farmers' generally middle-income economic
conditions and lack of a stable monthly income, making it difficult to
meet daily needs, family expenses, school fees, and the capital
requirements for farming. As a result, they tend to opt for loans with
repayment in paddy. Third, From the perspective of Islamic economics,
the practice of repaying loans with paddy is permissible as it falls under
the category of tabarru contracts (social contracts). However, Islamic
principles prohibit taking profit from someone who is given a loan, as if
profit is stipulated before the contract, it is considered riba (usury),
which is forbidden in Islam.

Keywords: Payment System, Debt, Agricultural Financing, Sharia
Economic Perspective and Riba

Item Type: Thesis (Other)
Additional Information: Kata kunci: Sistem Pembayaran, Utang Piutang, Pembiayaan Usaha Tani, Persepektif Ekonomi Syariah dan Riba
Uncontrolled Keywords: Kata kunci: Sistem Pembayaran, Utang Piutang, Pembiayaan Usaha Tani, Persepektif Ekonomi Syariah dan Riba
Subjects: 200 Agama > 2X4 Fiqih, Hukum Islam > 2x4.2 Muamalah > 2x4.222 RIba
Ekonomi > Ekonomi Islam
Divisions: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam > Prodi Ekonomi Syariah
Depositing User: Unnamed user with username asni
Date Deposited: 07 Oct 2024 01:23
Last Modified: 07 Oct 2024 01:23
URI: http://digitallib.iainkendari.ac.id/id/eprint/3380

Actions (login required)

View Item View Item