Wandi. 2020030105053, W (2025) PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP TRADISI MASSERA DALAM KHATAMAN AL-QUR’AN DI DESA PONI-PONIKI, KEC. MOTUI, KAB. KONAWE UTARA. Other thesis, IAIN KENDARI.
|
Text
1 COVER.pdf Download (3MB) |
|
|
Text
2 BAB I.pdf Download (3MB) |
|
|
Text
3 BAB II.pdf Download (3MB) |
|
|
Text
4 BAB III.pdf Download (3MB) |
|
|
Text
5 BAB IV.pdf Download (3MB) |
|
|
Text
6 BAB V.pdf Download (3MB) |
|
|
Text
7 DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (3MB) |
|
|
Text
8 LAMPIRAN.pdf Download (3MB) |
Abstract
ABSTRAK
Nama Mahasiswa: Wandi. 2020030105053. Persepsi Masyarakat Terhadap
Tradisi Massera Dalam Khatam Al-Qur'an Di Desa Poni-Poniki, Kec. Mutui, Kab.
Kunawe Utara. Dibimbing oleh: Dr. H. Muhammad Hasdin Has, Lc, M. Th.I., &
Masyhuri Rifa'i, M. Ag.
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Untuk mengetahui prosesi tradisi
massera dalam Khataman Al-Qur'an di desa poni-poniki; (2) Untuk mengetahui
pemahaman masyarakat terhadap tradisi massera dalam Khatam Qur'an; dan (3)
Untuk mengetahui nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi massera dalam
Khataman Al-Qur'an. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif (lapangan)
dengan pendekatan living Qur‟an. Data primer bersumber dari wawancara dengan
masyarakat yaitu tokoh agama, tokoh adat, kepala desa dan sektretaris desa Poni-
Poniki dengan cara wawancara, sedangkan data sekunder berasal dari buku,
jurnal, dan sumber lainnya yang relevan. Pengumpulan data dilakukan dengan
teknik Observasi, dokumentasi, wawancara dan dianalisis dengan metode
deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Tradisi massera merupakan
tradisi masyarakat Desa Poni-Poniki yang dilakukan setelah seorang anak/santri
menyelesaikan pembacaan 30 juz Al-Qur'an (khatam Al-Qur'an). Prosesinya
meliputi pemotongan seekor ayam, pengolesan darah ayam ke lidah anak, dan
acara syukuran membaca do'a bersama. (2) Alasan utama pelaksanaan tradisi
massera adalah untuk memohon kemudahan dari Allah agar anak dimudahkan
dalam menyebutkan huruf-huruf Al-Qur'an. Selain itu, juga sebagai bentuk rasa
syukur atas terselesaikannya pembacaan 30 juz Al-Qur'an. (3) Masyarakat Desa
Poni-Poniki memahami tradisi massera sebagai tradisi yang baik karena
berhubungan langsung dengan Allah dalam memohon kemudahan. Mereka
meyakini tradisi ini dapat mempererat tali persaudaraan dan memotivasi anak
untuk semangat belajar Al-Qur'an. Terdapat keyakinan Di Desa Poni-Poniki
bahwa jika tidak melakukan tradisi ini, anak tidak diizinkan mengaji di tempat
orang meninggal.
Kata Kunci : Persepsi, Tradisi Massera, Khatam Qur'an
ABSTRACT
Student Name: Wandi. 2020030105053. Community Reception of the Massera
Tradition in Khatam Al-Qur'an in Poni-Poniki Village, District. Mutui, Kab.
North Kunawe. Supervised by: Dr. H. Muhammad Hasdin Has, Lc, M. Th.I., &
Masyhuri Rifa'i, M. Ag.
This study aims to: (1) Understand the procession of the massera tradition
in Khatam Al-Qur'an in Poni-Poniki village; (2) Understand the community's
perception of the massera tradition in Khatam Qur'an; and (3) Identify the values
contained in the massera tradition in Khatam Al-Qur'an. This research is a
qualitative (field) study with a living Qur'an approach. Primary data was sourced
from interviews with community members, including religious leaders, traditional
leaders, village head, and secretary of Poni-Poniki village, while secondary data
came from books, journals, and other relevant sources. Data collection was
carried out through observation, documentation, interviews, and analyzed using
descriptive methods. The results show that: (1) The massera tradition is a
tradition of Poni-Poniki Village community performed after a child/student
completes reading 30 juz of Al-Qur'an (khatam Al-Qur'an). The procession
includes slaughtering a chicken, applying the chicken's blood to the child's
tongue, and a thanksgiving ceremony with communal prayer. (2) The main reason
for implementing the massera tradition is to seek ease from Allah for the child in
pronouncing the letters of the Qur'an. Additionally, it serves as a form of
gratitude for completing the reading of 30 juz of Al-Qur'an. (3) The people of
Poni-Poniki Village understand the massera tradition as a good tradition because
it directly relates to Allah in seeking ease. They believe this tradition can
strengthen brotherhood ties and motivate children to enthusiastically learn the
Qur'an. There is a belief in Poni-Poniki Village that if this tradition is not
performed, the child is not allowed to recite the Qur'an at places where someone
has passed away.
Keywords: Perception, Massera Tradition, Khatam Quran
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Additional Information: | Kata Kunci : Persepsi, Tradisi Massera, Khatam Qur'an |
| Uncontrolled Keywords: | Kata Kunci : Persepsi, Tradisi Massera, Khatam Qur'an |
| Subjects: | 200 Agama > 297.1226 Tafsir Al-Qur'an, Ilmu Tafsir 200 Agama > 297.12 Al-Qur'an dan Al-Hadits 200 Agama > 2X4 Fiqih, Hukum Islam > 2X6 Sosial dan Budaya Islam > 2X6.9 Adat Istiadat dalam Islam AL-QUR'AN > TAFSIR |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah > Prodi Ilmu Al-Quran dan Tafsir |
| Depositing User: | Unnamed user with username asni |
| Date Deposited: | 21 Feb 2025 05:36 |
| Last Modified: | 20 Apr 2026 01:42 |
| URI: | http://digitallib.iainkendari.ac.id/id/eprint/3767 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

