Resepsi Eksegesis TikTokers Ayat “Kun Fayakun” Dalam QS. Yāsīn [36]: 82

Alda (2020030105054, A (2025) Resepsi Eksegesis TikTokers Ayat “Kun Fayakun” Dalam QS. Yāsīn [36]: 82. Other thesis, IAIN KENDARI.

[img] Text
COVER.pdf

Download (754kB)
[img] Text
BAB 1.pdf

Download (322kB)
[img] Text
BAB 2.pdf

Download (306kB)
[img] Text
BAB 3.pdf

Download (193kB)
[img] Text
BAB 4.pdf

Download (869kB)
[img] Text
BAB 5.pdf

Download (178kB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (195kB)
[img] Text
LAMPIRAN.pdf

Download (530kB)

Abstract

ABSTRAK
Nama Mahasiswa: Alda (2020030105054), "Resepsi Eksegesis TikTokers Ayat
“Kun Fayakun” dalam QS. Yā sī n [36]: 82”.
Dibimbing oleh: Dr. H. Muhammad Hasdin Has, Lc, M.Th.I, dan Masyhuri
Rifa’i M.Ag.
Penelitian ini mengkaji fenomena resepsi dan pengamalan QS. Yāsīn [36]:
82 di kalangan pengguna TikTok, dengan fokus pada penggunaannya sebagai
pemikat hati. Terdapat kesenjangan signifikan antara tafsir ulama klasik dan
kontemporer dengan interpretasi pengguna TikTok. Para mufassir memaknai ayat
ini sebagai penegasan kemahakuasaan Allah dalam menciptakan sesuatu, sementara
pengguna TikTok menafsirkannya sebagai doa untuk memikat hati, mengabulkan
hajat, atau bahkan sebagai sarana balas dendam. Penelitian ini menggunakan jenis
penelitian kualitatif dan melalui pendekatan living Qur’an, studi ini bertujuan
menganalisis proses pemahaman, transmisi, dan transformasi ayat tersebut dalam
konteks media sosial. Metode penelitian meliputi observasi konten TikTok, dan
analisis serta dokumentasi. Pendekatan living Qur’an dipilih karena mampu
mengungkap bagaimana teknologi digital dan media sosial dapat mempengaruhi
dan mengubah pemahaman serta praktik keagamaan kontemporer, terutama yang
berkaitan dengan keyakinan dalam pengamalan ayat al-Qur’an. Proses transmisi
pemahaman terjadi melalui jaringan spiritual yang berakar dari tokoh sufi seperti
Syekh Muhammad Haqqi an-Nazili, yang kemudian menyebar melalui media sosial
dan pengajaran informal. Terjadi pula transformasi makna seperti QS. Yāsīn [36]:
82 digunakan untuk memikat hati, sedangkan dari segi praktik seperti TikTokers
melakukan mandi wajib di atas jam 12 malam, shalat taubat dan shalat sunnah hajat
2 rakaat, sebelum mengamalkan surah QS. Yāsīn ayat 82 setelah itu bershalawat.
Studi ini juga mengungkapkan bahwa transformasi makna dan praktik pengamalan
QS. Yāsīn [36]: 82 di kalangan pengguna TikTok dipengaruhi oleh karakteristik
platform TikTok dan algoritma konten viral. Algoritma TikTok yang dirancang
untuk meningkatkan keterlibatan pengguna dan mempopulerkan konten tertentu
dapat mendorong munculnya pemahaman dan praktik pengamalan ayat al-Qur’an
yang tidak sesuai dengan penafsiran ulama. Temuan ini membuka diskusi lebih
lanjut tentang dinamika interpretasi al-Qur’an di era digital dan implikasinya
terhadap kehidupan beragama masyarakat sekarang.
Kata Kunci: Resepsi QS. Yāsīn, TikTok, Living Qur’an
ABSTRACT
Student Name: Alda (2020030105054), " Reception of TikTokers' Exegesis of
the Verse “Kun Fayakun” in QS. Yāsīn [36]: 82”. Supervised by: Dr. H.
Muhammad Hasdin Has, Lc, M.Th.I, dan Masyhuri Rifa'i M.Ag.
This study examines the reception and practice of QS. Yāsīn [36]: 82
among TikTok users, with a focus on its use as a means of attraction. There is a
significant gap between the interpretations of classical and contemporary Islamic
scholars and the interpretations of TikTok users. The mufassirs (Quranic exegetes)
interpret this verse as an affirmation of the omnipotence of Allah in creating, while
TikTok users interpret it as a prayer to captivate the heart, fulfill a wish, or even as
a means of retaliation. This study employs qualitative research methods and the
living Qur’an approach, aiming to analyze the processes of understanding,
transmission, and transformation of this verse in the social media context. The
research methods include observation of TikTok content and analysis of
documentation. The living Qur’an approach was chosen because it can reveal how
digital technology and social media can influence and transform contemporary
religious understanding and practices, particularly those related to beliefs in the
application of Quranic verses. The transmission of understanding occurs through
a spiritual network rooted in Sufi figures such as Shaykh Muhammad Haqqi an-
Nazili, which then spreads through social media and informal teachings. There is
also a transformation of meaning, such as the use of QS. Yāsīn [36]: 82 to captivate
the heart, and in terms of practice, where TikTokers perform mandatory bathing
after midnight, repentance prayers, and supererogatory prayers before practicing
QS. Yāsīn verse 82 and then reciting salawat (blessings upon the Prophet). This
study also reveals that the transformation of meaning and practice of QS. Yāsīn
[36]: 82 among TikTok users is influenced by the characteristics of the TikTok
platform and its viral content algorithm. The TikTok algorithm, designed to
increase user engagement and popularize certain content, can encourage the
emergence of understandings and practices of Quranic verses that are not in
accordance with the interpretations of Islamic scholars. These findings open further
discussion on the dynamics of Quranic interpretation in the digital era and its
implications for the religious life of modern society.
Keywords: QS reception. Yāsī n, TikTok, Living Qur’an

Item Type: Thesis (Other)
Additional Information: Kata Kunci: Resepsi QS. Yāsīn, TikTok, Living Qur’an
Uncontrolled Keywords: Kata Kunci: Resepsi QS. Yāsīn, TikTok, Living Qur’an
Subjects: 000 Kelas Umum > 006.754 Situs Jejaring Sosial, Sosial Media
200 Agama > 297.1226 Tafsir Al-Qur'an, Ilmu Tafsir
200 Agama > 2X1 Al-qur'an dan Ilmu yang Berkaitan > 2X1.3 Tafsir Al-Qur'an
200 Agama > 2X1 Al-qur'an dan Ilmu yang Berkaitan
Divisions: Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah > Prodi Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Depositing User: Unnamed user with username asni
Date Deposited: 05 Mar 2025 01:41
Last Modified: 14 Apr 2026 01:34
URI: http://digitallib.iainkendari.ac.id/id/eprint/3873

Actions (login required)

View Item View Item