Rahma Halid. NIM. 2021030105030., R (2026) BERBICARA BURUK SEBAGAI RESPON ATAS KEZALIMAN: STUDI KOMPARATIF TAFSIR AṬ-ṬABARĪ DAN AL-MISBAH TERHADAP QS. AN-NISĀ’ [4]: 148. Other thesis, IAIN KENDARI.
|
Text
1 COVER.pdf Download (2MB) |
|
|
Text
2 BAB I.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
3 BAB II.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
3 BAB II.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
4 BAB III.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
5 BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
|
|
Text
6 BAB V.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
7 DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
8 LAMPIRAN.pdf Download (1MB) |
Abstract
ABSTRACT
Rahma Halid. NIM. 2021030105030. Speaking Ill as a Response to Oppression: A
Comparative Study of Tafsir Aṭ-Ṭabarī and Al-Misbah on QS. An-Nisa’ [4]: 148.
Supervised by Dr. Fatirawahidah, M.Ag and Masyhuri Rifa’i, M.Ag.
In the current digital era, the phenomenon of hate speech (malicious words) has
become an increasingly pressing issue in society. With the ease of access to
information and communication through social media, individuals and groups can
quickly spread opinions, both constructive and destructive. This research aims to
comprehensively analyze the Qur'an's perspective regarding the exception to the
prohibition of speaking ill, specifically when such speech is uttered as a reaction or
self-defense by the oppressed individual (maẓlūm), focusing on a comparative study
of Tafsir Aṭ-Ṭabarī and Tafsir Al-Misbah on QS. An-Nisā’ [4]: 148. To achieve this
goal, I utilize the Library Research method with a Comparative (Muqaranah)
approach to analyze primary data from the core exegesis texts, Jami’ al-Bayan ‘an
Ta’wil Ayi al-Qur'ān (by Aṭ-Ṭabarī) and Tafsir Al-Misbah. These are then compared
to find points of similarity and difference in interpretation across ages. The research
findings conclude that Tafsir Aṭ-Ṭabarī briefly interprets the exception in the verse
as an absolute leniency (rukhṣah), which permits the victim of oppression to speak
ill, lodge complaints, or pray for the perpetrator's harm as a manifestation of
relieving suffering, aligning with the narrative-based (bi al-ma'tsur) tafsir style.
Conversely, Tafsir Al-Misbah provides a more cautious interpretation by limiting
the exception to a license for proportional retribution (qishash) strictly limited to
the injustice experienced, while emphasizing the ethical value of forgiveness (al'afwu)
as
a
priority,
consistent
with
the
socio-literary
(adabi
ijtima'i)
style.
Based
on
these
individual
interpretations,
a
fundamental
similarity
is
found:
Allah
dislikes
evil
speech (as-sū’), and the exception only applies to the oppressed individual
(maẓlūm) for the purpose of self-defense, not slander. However, the main difference
lies in the scope of implementation: Aṭ-Ṭabarī tends to be absolutely permissive
regarding the victim's voice, whereas Al-Misbah tends to be proportional and
persuasive toward self-restraint. The implication of these interpretations for Islamic
communication ethics in the public sphere affirms that speaking out as a victim of
oppression is an acknowledged right for the sake of justice. Still, this freedom of
speech must be exercised with high proportionality and courtesy so as not to exceed
the limits of Islamic law (sharia) and turn into greater social damage.
Keywords: Hate Speech, Tafsir Aṭ-Ṭabarī, Tafsir Al-Misbah.
ABSTRAK
Rahma Halid. NIM. 2021030105030. Berbicara Buruk Sebagai Respon Atas
Kezaliman: Studi Komparatif Tafsir Aṭ-Ṭabarī dan Al-Misbah Terhadap Qs. AnNisā’
[4]: 148. Dibimbing oleh Dr. Fatirawahidah, M.Ag dan Masyhuri Rifa’i,
M.Ag.
Di era digital saat ini, fenomena ujaran kebencian dan perkataan buruk telah
menjadi isu yang semakin mendesak dalam masyarakat. Dengan kemudahan akses
informasi dan komunikasi melalui media sosial, individu dan kelompok dapat
dengan cepat menyebarkan pendapat. Penelitian ini bertujuan untuk mengurai
secara komprehensif pandangan Al-Qur'an mengenai pengecualian terhadap
larangan berkata buruk, khususnya ketika ucapan tersebut dilontarkan sebagai
reaksi atau pembelaan diri oleh individu yang terzalimi, dengan fokus pada studi
komparatif Tafsir Aṭ-Ṭabarī dan Al-Misbah terhadap QS. An-Nisā’ [4]: 148. Dalam
mencapai tujuan tersebut, saya menggunakan metode studi kepustakaan (Library
Research) dengan pendekatan komparatif (Muqaranah) untuk menganalisis data
primer dari kitab Jami’ al-Bayan ‘an Ta’wil Ayi al-Qur'ān dan Tafsir Al-Misbah,
yang kemudian saya bandingkan untuk menemukan titik persamaan dan perbedaan
interpretasi lintas zaman. Hasil penelitian ini menguraikan bahwa Tafsir Aṭ-Ṭabarī
secara ringkas menafsirkan pengecualian pada ayat tersebut sebagai keringanan
(rukhṣah) mutlak, yang membolehkan korban kezaliman untuk bersuara buruk,
mengadukan, atau mendoakan keburukan atas pelaku sebagai manifestasi
penanggulangan derita, sejalan dengan corak tafsir bi al-ma'tsur. Sebaliknya, Tafsir
Al-Misbah memberikan penafsiran yang lebih berhati-hati dengan membatasi
pengecualian sebagai izin untuk pembalasan yang proporsional (qishash) sebatas
kezaliman yang dialami, serta menekankan nilai etis memaafkan (al-'afwu) sebagai
prioritas, sesuai dengan corak adabi ijtima'i. Berdasarkan penafsiran individu
tersebut, ditemukan persamaan fundamental bahwa Allah membenci as-sū’
(perkataan buruk) dan pengecualian hanya berlaku bagi korban kezaliman (maẓlūm)
untuk tujuan pembelaan, bukan fitnah. Namun, perbedaan utamanya terletak pada
ruang lingkup implementasi, di mana Aṭ-Ṭabarī cenderung terhadap suara korban,
sedangkan Al-Misbah cenderung proporsional untuk menahan diri. Implikasi dari
penafsiran ini terhadap etika komunikasi Islam di ruang publik menegaskan bahwa
bersuara sebagai korban kezaliman adalah hak yang diakui demi keadilan, namun
kebebasan berbicara ini harus dijalankan dengan proporsionalitas dan kesantunan
tinggi agar tidak melampaui batas syariat dan berbalik menjadi kerusakan sosial
yang lebih besar.
Kata Kunci: Ujaran Kebencian, Tafsir Aṭ-Ṭabarī , Tafsir Al-Misbah.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Additional Information: | Hate Speech, Tafsir Aṭ-Ṭabarī, Tafsir Al-Misbah. |
| Subjects: | 200 Agama > 2X1 Al-qur'an dan Ilmu yang Berkaitan > 2X1.3 Tafsir Al-Qur'an |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah > Prodi Ilmu Al-Quran dan Tafsir |
| Depositing User: | Unnamed user with email [email protected] |
| Date Deposited: | 09 Apr 2026 02:27 |
| Last Modified: | 09 Apr 2026 02:27 |
| URI: | http://digitallib.iainkendari.ac.id/id/eprint/4322 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

