Anggi Regia Anandari, NIM 2021010108031, A (2026) PEMANFAATAN TANAMAN KUNYIT HITAM (Curcuma caesia Roxb.) SEBAGAI OBAT TRADISIONAL MASYARAKAT DAN MEDIA AJAR BIOLOGI DESA ALEBO KECAMATAN KONDA KABUPATEN KONAWE SELATAN. Other thesis, IAIN KENDARI.
|
Text
1. COVER.pdf Download (9MB) |
|
|
Text
2. BAB 1.pdf Download (9MB) |
|
|
Text
3. BAB 2.pdf Download (9MB) |
|
|
Text
4. BAB 3.pdf Download (9MB) |
|
|
Text
5. BAB 4.pdf Restricted to Registered users only Download (9MB) |
|
|
Text
6. BAB 5.pdf Download (9MB) |
|
|
Text
7. DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (9MB) |
|
|
Text
8. LAMPIRAN.pdf Download (10MB) |
Abstract
ABSTRAK
Anggi Regia Anandari, NIM 2021010108031, “Pemanfaatan Tanaman
Kunyit Hitam (Curcuma caesia Roxb.) sebagai Obat Tradisional Masyarakat
dan Media Ajar Biologi Desa Alebo Kecamatan Konda Kabupaten Konawe
Selatan”, Program Studi Tadris Biologi Fakultas Tarbiyah dan Ilmu
Keguruan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari, melalui bimbingan
Dr. Jumarddin La Fua, S.Si., M.Si. dan Wa Alimuna, SP., M.Sc.
Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui pemanfaatan tanaman kunyit
hitam sebagai obat tradisional oleh masyarakat Desa Alebo, 2) mengetahui cara
pengolahan tanaman kunyit hitam sebagai obat tradisional, 3) menganalisis
tingkat pengetahuan dan kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan kunyit
hitam, 4) mengetahui keberlanjutan pemanfaatan tanaman kunyit hitam, dan 5)
mengetahui kelayakan herbarium tanaman kunyit hitam sebagai media ajar
biologi. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data
meliputi wawancara, observasi, dan dokumentasi, yang dianalisis secara kualitatif
dan kuantitatif deskriptif. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan
triangulasi sumber, metode, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1)
Masyarakat memanfaatkan kunyit hitam untuk pengobatan internal (diminum) dan
eksternal (dioles) dengan fokus pada bagian rimpang; 2) Pengolahan dilakukan
secara tradisional melalui perebusan (95%), ditumbuk/diparut dan dioles (85%),
direndam dan dijadikan minyak urut (20%), dan pencampuran dengan madu
(10%); 3) Tingkat pengetahuan dan kemampuan masyarakat berada pada kategori
tinggi 16 responden (80%), dan sedang 4 responden (20%); 4) Sebanyak 85%
masyarakat menanam dan merawat kunyit hitam di pekarangan rumah,
menunjukkan komitmen terhadap pelestarian; 5) Herbarium kunyit hitam
dinyatakan "sangat layak" sebagai media ajar biologi dengan rata-rata skor
validasi 90,5% (Validator I: 95%, Validator II: 82%).
Kata Kunci: Kunyit Hitam, Obat Tradisional, Herbarium, Media Ajar Biologi
ABSTRACT
Anggi Regia Anandari, Student ID 2021010108031, "Utilization of Black
Turmeric (Curcuma caesia Roxb.) as a Traditional Medicine and Biology
Teaching Medium in Alebo Village, Konda District, South Konawe Regency,"
Biology Education Study Program, Faculty of Education and Teacher
Training, State Islamic Institute (IAIN) Kendari, under the guidance of Dr.
Jumarddin La Fua, S.Si., M.Si. and Wa Alimuna, SP., M.Sc.
This study aims to: 1) determine the use of black turmeric as a traditional
medicine by the people of Alebo Village, 2) determine how black turmeric is
processed as a traditional medicine, 3) analyze the level of community knowledge
and ability in utilizing black turmeric, 4) determine the sustainability of black
turmeric utilization, and 5) determine the feasibility of a black turmeric
herbarium as a biology teaching medium. This study is descriptive qualitative.
Data collection methods include interviews, observation, and documentation,
which are analyzed qualitatively and quantitatively. Data validity was checked
using triangulation of sources, methods, and time. The results showed that: 1) The
community uses black turmeric for internal (oral) and external (topical) medicine,
focusing on the rhizome; 2) Processing is carried out traditionally through
boiling (95%), pounded/grated and rubbed (85%), soaked and made into massage
oil (20%), and mixing with honey (10%); 3) The community's level of knowledge
and skills are categorized as high 20 respondent (80%), and medium 4 respondent
(20%; 4) 85% of the community plants and cares for black turmeric in their
yards, demonstrating a commitment to conservation; 5) The black turmeric
herbarium was declared "very suitable" as a biology teaching medium with an
average validation score of 90.5% (Validator I: 95%, Validator II: 82%).
Keywords: Black Turmeric, Traditional Medicine, Herbarium, Biology Teaching
Medium
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kunyit Hitam, Obat Tradisional, Herbarium, Media Ajar Biologi |
| Subjects: | 500 Ilmu-Ilmu Alam dan Matematika > 580 Botani, Ilmu Tumbuhan > 580.7 Riset tentang Ilmu Tumbuhan, Riset tentang Ilmu Tanaman 500 Ilmu-Ilmu Alam dan Matematika > 581 Perkembangan Tumbuhan/Tanaman > 581.12 Tumbuhan Herbal |
| Divisions: | Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan > Prodi Tadris/Pendidikan Biologi |
| Depositing User: | Unnamed user with email [email protected] |
| Date Deposited: | 13 May 2026 03:34 |
| Last Modified: | 13 May 2026 03:34 |
| URI: | http://digitallib.iainkendari.ac.id/id/eprint/4542 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

