Esty Oktavya. NIM : 2020030105010., E (2026) LIVING QUR’AN DALAM TRADISI BARATA DI KALANGAN MASYARAKAT WAPULAKA KECAMATAN SAMPOLAWA KABUPATEN BUTON SELATAN. Other thesis, IAIN KENDARI.
|
Text
COVER (1).pdf Download (1MB) |
|
|
Text
BAB I (1).pdf Download (375kB) |
|
|
Text
BAB II (1).pdf Download (325kB) |
|
|
Text
BAB III (1).pdf Download (278kB) |
|
|
Text
BAB IV (1).pdf Restricted to Registered users only Download (590kB) |
|
|
Text
BAB V (1).pdf Download (286kB) |
|
|
Text
DAPUS (1).pdf Download (263kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN (1).pdf Download (795kB) |
Abstract
ABSTRAK
Nama Mahasiswa: Esty Oktavya. NIM : 2020030105010. Living Qur’an Dalam Tradisi Barata Di Kalangan Masyarakat Wapulaka Kecamatan Sampolawa Kabupaten Buton Selatan. Dibimbing oleh: Dr. Hj. Fatirawahidah M.Ag, dan Muh. Syahrul Mubarak S.Th.I
Penelitian ini mengkaji fenomena living Qur’an dalam Tradisi Barata di kalangan masyarakat Wapulaka, Kecamatan Sampolawa, Kabupaten Buton Selatan. Fokus utama penelitian adalah pada penggunaan QS. At-Taubah ayat 51 dalam ritual tolak bala yang disebut Barata. Dengan menggunakan pendekatan fenomenologi dan metode kualitatif, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan praktik living Qur’an, menganalisis transmisi dan transformasi ajaran Al-Qur’an, serta mengidentifikasi implikasi Tradisi Barata terhadap kehidupan sosial keagamaan masyarakat Wapulaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tradisi Barata memiliki peran penting dalam memperkuat identitas keagamaan masyarakat setempat. QS. At-Taubah ayat 51 digunakan sebagai doa inti dalam ritual tersebut, yang menunjukkan keterkaitan antara ajaran Al-Qur'an dan praktik budaya lokal. Transmisi ajaran Al-Qur'an terjadi melalui pengajaran turun-temurun dari tokoh adat dan agama, dengan peran penting Syekh Abdul Wahid dalam proses Islamisasi di Kesultanan Buton. Transformasi pemahaman ayat Al-Qur'an ke dalam konteks lokal terlihat dari perubahan dalam intensitas keyakinan masyarakat seiring berjalannya waktu. Tradisi Barata memberikan dampak signifikan terhadap kehidupan sosial keagamaan masyarakat Wapulaka, termasuk peningkatan kohesi sosial dan sintesis antara ajaran Islam dengan kearifan lokal. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pemahaman living Qur’an dalam konteks masyarakat pesisir Indonesia Timur, menunjukkan bagaimana ajaran Al- Qur’an dapat diintegrasikan ke dalam praktik budaya lokal secara harmonis.
Kata Kunci: Living Qur'an, Tradisi Barata, Tolak Bala, Masyarakat Wapulaka, Akulturasi Islam
ABSTRACT
Esti Oktavya. SID. 2020030105010. Living Qur'an in the Barata Tradition Among the Wapulaka Community in Sampolawa District, South Buton Regency. Guided by: Dr. Hj. Fatirawahidah M.Ag, and Muh. Syahrul Mubarak S.Th.I
This research examines the phenomenon of living Qur'an in the Barata tradition among the Wapulaka community in Sampolawa District, South Buton Regency. The main focus of the research is on the use of QS. At-Taubah verse 51 in the ward-off misfortune ritual called Barata. Using a phenomenological approach and qualitative methods, this study aims to describe the form and practice of living Qur'an, analyze the transmission and transformation of Qur'anic teachings, and identify the implications of the Barata tradition on the socio-religious life of the Wapulaka community. The results show that the Barata tradition is a form of acculturation between Islamic teachings and local culture, where QS. At-Taubah verse 51 is used as the core prayer in the ward-off misfortune ritual. The transmission of Qur'anic teachings occurs through hereditary teaching from traditional and religious leaders, with Sheikh Abdul Wahid playing an important role in the Islamization process in the Buton Sultanate. Transformation occurs in the form of adaptation of Qur'anic verse understanding into the local context, although there are changes in the intensity of community belief over time. The Barata tradition has significant implications for the socio-religious life of the Wapulaka community, including strengthening Muslim identity, a unique synthesis between Islamic teachings and local wisdom, and increasing social cohesion. This research contributes to the understanding of living Qur'an in the context of Eastern Indonesian coastal communities, demonstrating how Qur'anic teachings can be harmoniously integrated into local cultural practices.
Keywords: Living Qur’an, Barata Tradition, Wardoff Misfortune, Wapulaka
Community, Islamic Acculturation
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Living Qur'an, Tradisi Barata, Tolak Bala, Masyarakat Wapulaka, Akulturasi Islam |
| Subjects: | 200 Agama > 297.5 Etika Islam Praktik Keagamaan > 297.54 Zakat > 297.56 Etika Moral Islam Dalam Hal Tertentu |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah > Prodi Ilmu Al-Quran dan Tafsir |
| Depositing User: | Unnamed user with email [email protected] |
| Date Deposited: | 18 May 2026 00:46 |
| Last Modified: | 18 May 2026 00:46 |
| URI: | http://digitallib.iainkendari.ac.id/id/eprint/4561 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

